hitekno.com - Bagi sebagian cowok yang perasaannya sensitif, beberapa kalimat tertentu mungkin bisa membuat mereka sakit hati. Lima kalimat cewek yang bisa bikin cowok down ini sukses menarik perhatian netizen.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @rifky_ap8 membagikan postingan dengan caption bertuliskan "Saya sadar diri".
Postingan tersebut berisi lima kalimat yang disinyalir dapat membuat cowok merasa sedih.
Unggahan yang dibagikan menarik perhatian netizen setelah mendapatkan lebih dari 1,4 juta View dan 107 ribu Like.
Sebagian netizen merasa setuju dengan unggahan yang diberikan, sementara sebagian lain justru curhat mengenai kalimat menyakitkan tambahan.
Beberapa kalimat tersebut memang terdengar cukup menyakitkan apalagi bila diucapkan kepada cowok yang masih belum mandiri secara finansial.
Bahkan terdapat kalimat yang membandingkan kapasitas seseorang dengan cowok lain. Tentunya itu bisa menyakitkan hati bagi setiap cowok yang mendengarnya.
Beberapa kalimat yang dimaksud termasuk "kamu bisanya apa sih", "lu punya duit nggak sih", dan "kamu kok beda sama cowok lain sih".
Postingan video viral ini sukses bikin netizen tertarik sehingga telah dibagikan lebih dari 4.800 kali.
Banyak netizen yang memberikan beragam komentar atas lima kalimat yang diklaim bisa bikin cowok down tersebut.
"Iya emang itu yang bikin down," komentar @ehh_azi.
"Ini mewakili perasaan cowok yang belum mapan (emoticon sedih)," balas @myrenss.
"Tambah lagi nomor 6, emangnya kamu siapa aku (emoticon menangis)," pendapat @inginjaditentaraalmahdi.
Untuk melihat postingan video viral mengenai deretan kalimat cewek yang bisa bikin cowok down, kalian bisa mengunjungi link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi