hitekno.com - Kisah mengenai perjuangan driver ojol selalu bisa menarik perhatian netizen. Sebuah video yang menampakkan driver ojol terkena order fiktif ini membuat netizen auto sedih.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @tiannow membagikan momen ketika seorang driver ojol melangkah ke panti asuhan.
"Nggak habis pikir. Anak Dajal emang yang pesan, dikata lucu kayak gitu (emoticon marah). Nggak ada otak!" tulis @tiannow pada caption-nya.
Pada video, terlihat driver ojol yang berjalan ke arah panti asuhan dengan membawa bungkusan sangat besar. Rupanya driver ojol ini baru saja mendapatkan pesanan ayam bakar dalam jumlah banyak.
Sang perekam video mengungkapkan bahwa driver ojol tersebut langsung mengantarkan orderan fiktif ke panti asuhan.
Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah mendapatkan lebih dari 3,8 juta View dan 231 ribu Like.
"Halo kak, sudah ditindak lanjuti ya (emoticon tersenyum). Sebagai info, untuk order fiktif, mitra akan direimburse namun prosesnya dengan dokumentasikan ke yang membutuhkan ya," kata akun resmi Grab Indonesia (@grabid).
Banyak netizen yang memberikan beragam komentar atas driver ojol yang terkena order fiktif ini.
"Ya Allah, suka nggak tega lihat kayak gini. Meski entar diganti tapi kalau duitnya tinggal sedikit dan sisanya cuma itu gimana? (emoticon menangis)," balas @novigenjer.
"Ya Tuhan, ongkos aja nggak seberapa, lebih banyak nominal harga pesanannya. Semoga si bapak dapat rezeki lebih," doa @niniez_apriyanto.
Untuk melihat video viral mengenai driver ojol yang terkena order fiktif sehingga membuat netizen sedih, kalian bisa mengunjungi link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi