hitekno.com - Tak hanya kucing oren, terdapat kucing lain yang membuat netizen menjadi salfok dan terhibur. Seekor kucing yang dimanfaatkan untuk menjalankan beberapa "misi" ini bikin netizen berkomentar kocak.
Akun fanspage Facebook Kementrian Humor Indonesia membagikan empat gambar mengenai kucing dengan posisi berbeda.
"Ya Tuhan cobaan apalagi ini," tulis akun fanspage Kementrian Humor Indonesia. Banyak netizen yang langsung salfok dengan pemanfaatan kucing anti mainstream ini.
Kemungkinan sang pemilik cukup jahil sehingga sehingga memanfaatkan kucing untuk beberapa hal absurd. Pada salah satu gambar, terlihat kucing yang sedang rebahan dengan posisi agak melingkar.
Celah yang ada saat kucing sedang tertidur malah dimanfaatkan untuk meletakkan penggaris, stabilo, dan pulpen. Gambar lainnya menunjukkan kucing yang nampak dijadikan sebagai alat untuk menyadarkan HP.
Diletakkan antara leher dan kaki, rupanya HP bisa bersender cukup sempurna pada badan kucing. Reaksi wajah dari kucing yang nampak tak bersemangat semakin membuat netizen salfok.
Postingan mengenai kucing "multifungsi" ini menarik perhatian setelah memperoleh 1.200 Like dan dibagikan lebih dari 85 kali.
Banyak netizen memberikan komentar kocak atas postingan tersebut.
"Dasar majikan kurang ajar," tulis Andra Ahlul.
"Kalau HP mah kucing malah suka soalnya anget," pendapat Arif.
"Kucing: yang penting dapat jatah makanan dari tuan," canda Cahya Ramadhan.
"Kalau kucing oren udah dicakar tuh babu, nggak ada akhlak babunya," balas Adell Mariri.
Itulah tadi postingan kucing "multifungsi" yang bikin netizen salfok, absurd abis ya?
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia