hitekno.com - Setelah ramai perdebatan cara makan bubur ayam diaduk dan tidak diaduk, kini muncul keributan baru. Netizen dibuat heboh dengan kemunculan cara memakan bubur ayam dengan kerupuk letoy.
Bahkan netizen menyebut cara makan bubur ayam pakai kerupuk letoy ini sebagai sekte baru di luar perdebatan bubur ayam diaduk dan tidak diaduk.
Video makan bubur dengan urutan kerupuk di bawah tersebut menjadi viral di media sosial, usai diunggah kembali oleh akun Twitter @seterahdeh, beberapa waktu yang lalu.
Terlihat jelas dalam video, tukang bubur ayam tadi menuangkan kerupuk terlebih dahulu ke dalam mangkok.
Baru setelahnya, bubur dituang di atas kerupuk sampai lembek kemudian ditaburi berbagai macam topping di akhir.
Karena urutannya yang terbilang tak lazim, tentu saja sekte baru makan bubur ini cukup mencuri perhatian netizen.
Umumnya, seseorang akan berdebat tentang enak tidaknya makan bubur ayam disantap dengan cara diaduk atau tidak diaduk, namun kali ini berbeda.
"Ngadi-ngadi, paling enak tuh kerupuk masih garing bisa dijadiin sendok buburnya," tutur salah seorang netizen.
"Mau kerupuk letoy, makan seblak aja sekalian," imbuh netizen lain tak kuasa menahan emosi sambil tertawa.
"Kenapa gue nggak kepikiran minta gini ke abangnya ya, selama ini gue kudu menenggelamkan kerupuk sendiri. Btw sumpah, kerupuk lembek di bubur enak banget," timpal netizen lain.
Jika dilihat sekilas, memang terlihat enak ya! Lalu apakah sekte baru makan bubur ayam ini akan menggeser kubu diadu, dan tidak diaduk?
Itulah keramaian sekte baru makan bubur ayam pakai kerupuk letoy yang jadi perdebatan netizen hingga viral di media sosial. (Suara.com/ Arendya Nariswari).
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih