hitekno.com - Masa pandemi yang belum usai membuat orang-orang diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak. Seorang pria yang memakai "masker" namun masih terkena razia ini bikin netizen salfok.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @tam_nish membagikan video mengenai seorang pria yang terkena razia meski sudah menggunakan "masker".
Postingan video yang dibagikan berhasil menarik perhatian netizen setelah mendapatkan lebih dari 1,1 juta View dan 23 ribu Like.
Pada video, terlihat beberapa petugas yang mencoba merekam seorang cowok dengan dandanan anti mainstream.
Beberapa petugas kopolisian juga terlihat sedang bersiaga di tempat tersebut. Namun yang menjadi perhatian adalah cowok ini memakai riasan warna putih, mirip seperti masker di wajah.
Masih belum diketahui pula apakah cowok itu terkena tilang, sanksi sosial, atau hanya surat teguran saja. Namun akun resmi penanganan COVID-19 ikut mengomentari aksi cowok tersebut.
"Yuk pakai masker yang tepat dan benar, bukan masker bengkoang tapi ya," tulis akun resmi @lawancovid19_id.
Saat itu, sang pengunggah postingan, @yudi50, mengaku hal tersebut hanya konten saja dan tak perlu ditiru.
Video viral mengenai cowok yang terkena razia meski memakai "masker" ini memancing beragam komentar dari netizen.
"Suruh pakai masker mulut, bukan masker wajah...wkwkwk," balas @scorpionnnn.
"Salahnya apa kan sudah pakai masker..xixixi," tulis @4nhy.
"Makanya om, jangan salah pakai masker," komentar @milomomm.
"Niatnya mau viral, eh viral beneran, gara-gara ditilang," balas @imeldasumbayak.
Untuk melihat video viral mengenai cowok "bermasker" tapi ditindak petugas, kalian bisa mengunjungi melalui link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi