hitekno.com - Tak cuma memproduksi HP dan TV saja, Xiaomi juga merilis perangkat IoT serta kebutuhan rumah sehari-hari, seperti gunting kuku.
Lengkapnya lini produk yang dimiliki Xiaomi membuat beberapa orang tertarik untuk membeli, salah satunya warganet bernama Dany yang ingin membeli gunting kuku Xiaomi.
Dikarenakan gunting kuku tersebut diproduksi oleh perusahaan teknologi, warganet tersebut bertanya kepada penjual sebelum membeli.
Menariknya, Dany menanyakan soal fitur yang tidak terpikirkan jika disematkan dalam gunting kuku.
Keterangan produk tertulis "XP29 Xiaomi Gunting Kuku Nail Clipper Stainless Steel" dan dibanderol dengan harga Rp 49.000. Saat ditelusur, rupanya gunting kuku ini diberi nama Xiaomi Mijia.
Warganet tersebut mengira gunting kuku itu memiliki fitur unggulan atau tambahan yang tidak ada pada gunting kuku pasaran, salah satunya adalah fitur bluetooth. Ia pun bertanya kepada penjual tentang ketersediaan fitur tersebut.
"Bisa connect bluetooth nggak?" tanya warganet.
"Ini gunting kuku gan. Apanya yang mau dikonekin?" balas penjual.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 677 kali dan disukai sebanyak lebih dari 3.700 kali oleh sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet lainnya.
"Mungkin bisa gunting kuku dikontrol hp wkwk," komentar @sllalubersyukur.
"Mungkin dia pengen otomatis gitu diguntingin wkwk," tambah @slythrnyg.
"Mentang-mentang Xiaomi," ungkap @XxGeje.
"Ngakak banget liat ini," cuit @ketimbunduit.
Unggahan pertanyaan netizen soal gunting kuku xiaomi tersebut lantas viral di media sosial. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025