hitekno.com - Tak hanya suka memberikan kritik yang membangun, Susi Pudjiastuti juga sering membagikan momen bersama keluarga. Dalam cuitan terbaru, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini mengunggah foto keluarganya dengan kata "Si Tampan".
"Tiba hari Jumat minggu lalu. Setelah karantina 5 hari di hotel yang ditentukan dan test PCR, akhirnya si tampan-tampan ini pulang berkumpul di rumah (emoticon love)," tulis Susi Pudjiastuti pada cuitan di akun Twitternya (@susipudjiastuti).
Hanya dalam waktu satu hari, cuitan dari Susi Pudjiastuti langsung diserbu oleh banyak netizen.
Bisa ditebak, cuitan yang mendominasi datang dari netizen perempuan. Sebagian besar cuitan berisikan pengakuan bahwa mereka merupakan sosok jomblo. Salah satu foto yang diunggah menampilkan sang putra bernama Alvy Xafier.
Memiliki paras manis dan menawan, Alvy Xavier mempunyai jumlah follower cukup banyak yaitu lebih dari 70 ribu. Alvy Xavier sendiri merupakan putra dari hasil pernikahan Susi Pudjiastuti dengan Christian von Strombeck.
Cuitan yang diunggah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini membuat heboh setelah mendapatkan lebih dari 600 Retweet dan 14 ribu Like.
"Bu Susi saya ingin melamar jadi calon mantu. Skill saya bisa masak, bisa beres-beres rumah, bisa cari duit sendiri. Tolong dipertimbangkan bu (emoticon tersenyum)," komentar @sicepetnangis.
"Anak Bu Susi angin laut yam alias nyejukin," kata @yeaown.
"Foto ini membuat resah kaum jomblowan penghuni Twitter sepertinya bu, jika dilihat dari banyaknya reply dengan aroma menjilat," balas @haneshan_.
Itulah tadi postingan dari Susi Pudjiastuti yang bikin netizen perempuan heboh di Twitter, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia