hitekno.com - Netizen di Twitter hari ini, Minggu (24/1/2021) tengah ramai membahas soal WhatsApp. Bahkan sampai membuat hashtag #UninstallWhatsapp menempati trending topik Twitter.
Lebih dari 5000 cuitan netizen meramaikan hashtag tersebut pada Minggu siang. Namun bukan hanya menyerukan untuk berpaling dari WhatsApp ke aplikasi chat lainnya.
Dari pantauan HiTekno.com, tak sedikit netizen yang malah bingung kenapa #UninstallWhatsapp bisa ramai hingga masuk ke trending topik Twitter. Bersamaan dengan beberapa lainnya membahas WhatsApp.
"Gue masih gak ngerti kenapa pada #UninstallWhatsapp," cuit netizen.
"WA nya buat olshop sayang mau #UninstallWhatsapp," tulis lainnya.
"Pengen juga #UninstallWhatsapp, tapi ntar bakal di unistall dari sekolah juga, grup kelas, belajar, ghibah ada di sono semua wui," ungkap lainnya.
Dan masih banyak cuitan lainnya yang mempertanyakan kepana #UninstallWhatsapp bisa masuk trending topik Twitter. Dan menyayangkan masih belum bisa beralih ke aplikasi chat lainnya.
Uniknya, tak sedikit netizen yang malah ingin kembali di masa-masa BlackBerry Messenger atau BBM. Yakni aplikasi chat yang populer masa-masa smartphone BlackBerry masih mendominasi pasar.
"#UninstallWhatsapp let's go back to BBM and promote my pin [ayo kembali ke BBM dan promosikan pin saya]," cuitan netizen.
"#UninstallWhatsapp and bring back BBM [dan kembalikan BBM]" tulis lainnya.
"#UninstallWhatsapp ?? BBM was better anyway [BBM lebih baik]" ungkap netizen.
"Balik BBM aja wkwkw #UninstallWhatsapp" cuit lainnya.
Selain itu, tak sedikit yang mulai melirik aplikasi Telegram hingga Signal sebagai alternatif WhatsApp. Apakah kamu memilih pindah, atau tetap bertahan dengan WhatsApp sampai sekarang?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi