Agung Pratnyawan
Sempat Viral Sampai Antre Panjang, Begini Nasib Odading Mang Oleh Sekarang

hitekno.com - Masing ingat dengan odading mang Oleh sempat viral di media sosial sejak September 2020 silam. Jajanan yang dipopulerkan pria bernama Ade Londok.

Berkat video viral tersebut, daganan odading dan cakwe ini mendadak ramai pembeli. Bahkan banyak pembeli yang rela antri untuk menjajalnya.

Namun setelah lama viral di media sosial, bagaimana kondisi jualan odading mang Oleh ini? Apakah masih laris manis seperti dulu lagi?

Saat ini, kondisi yang terlihat di warung odading mang Oleh tampak jauh berbeda. Dalam video diunggah oleh akun TikTok @karimawrs pada 22 Januari itu, terekam warung odading mang oleh yang sepi pembeli.

Saat viral dulu, warung odading yang terletak di Jalan Baranangsiang No. 5 Pasar Kosambi Bandung ini dipenuni orang-orang yang rela mengantre. Bahkan, sempat didatangi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Sekarang apa kabar yah, masih rame nggak yah tempatnya," tanya netizen pengguna TikTok dengan nama akun @alfiaanaeeee.

Diketahui netizen tersebut meninggalkan komentar pada 20 Januari dalam video yang direkam pemilik akun pada 16 September saat odading mang Oleh viral.

"Sekarang sepi. Yuk yang belum pernah coba, sekarang bisaa nggak perlu antri panjang," tulis pemilik akun @karimawrs dalam video terbarunya.

Video tersebut memperlihatkan tampak hanya beberapa orang pembeli yang terekam.

Tak sedikit netizen yang menilai kepopulerannya saat dulu hanyalah rasa penasaran semata.

"Kalau makanan viral emang gitu. Cuman buat penasaran aja atau demi konten Instagram Story yang lagi viral. Sama kayak es kepal milo dan dalgona," tulis akun @bucin_indonesia.

"Yang naiknya cepet, pasti turunnya cepet juga," tambah @unfriendly_guy.

"Dulu rame karena viral aja. Tapi rasanya emang enak kok. Aku pernah nyoba pas udah sepi, rasanya emang beda banget sama yang lain. Odadingnya lembut parah," ungkap @pacarbarukamu.

Itulah kondisi terkini dari lapak jualan odading mang Oleh yang dulu sempat viral di media sosial, namun kini sepi pembeli. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).