hitekno.com - Terkadang sebuah masalah kecil bisa membesar apabila terjadi salah paham di antara kedua belah pihak. Calon pembeli online yang menanyakan mengenai "masker medis" ini justru mendapatkan respons tak terduga.
Akun fanspage Twitter @txtdarionlshop membagikan sebuah screenshot "pertikaian" kecil hanya gara-gara salah paham.
Bahkan respons sang penjual justru membuat netizen geli karena cukup baper. Awalnya cukup sepele di mana seorang pembeli online menanyakan apakah barang yang dijajakan termasuk masker medis.
Tak disangka, seseorang ikut menjawab dan meresponsnya secara bercanda.
"Masker motor kak," tulis akun lain. Selang satu hari, si penjual dengan akun terverifikasi ikut memberikan jawaban.
"Halo Dennis, apakah Anda seller? Saya tanyanya ke seller, kalau bukan lebih baik diam saja daripada memberikan informasi yang salah," jawab calon pembeli online.
Rupanya si penjual kemungkinan cukup tersinggung dan salah paham sehingga komentarnya baper.
"Maksudnya gimana ya kak? Kamu tanya di toko saya, ya saya jawab kak. Ada yang salah dengan jawaban saya kak?," respons sang penjual online.
Screenshot percakapan calon pembeli online dan sang penjual mengenai "masker medis" ini menarik perhatian netizen setelah mendapatkan lebih dari 90 Retweet dan 900 Like.
"Tolong jangan diselesaikan secara kekeluargaan ya, kami haus keributan," sindir @gesangnurh.
"Positif thingking aja, siapa tahu seller nama adminnya juga Dennis..wkwkw," balas @DearAdinda.
"Kayanya mereka kurang minum deh," cuit @_piyanwa.
"Aku suka kesalahpahaman ini..haha," kata @moichasa.
Itulah tadi percakapan absurd mengenai penjual dan pembeli online sehingga bikin netizen geli, gokil banget ya?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia