hitekno.com - Sebagai feedback atas kepuasan barang kiriman, biasanya pembeli online memberikan testimoni pada kolom komentar. Sebuah testimoni pembeli online dengan "semburan api" ini sukses bikin netizen salfok.
Akun fanspage Twitter @txtdarionlshop membagikan screenshot mengenai review dari salah seorang pembeli online. Bukan terkait kalimat testomonial, namun netizen justru salfok dengan reaksi bocah di sampingnya.
Pada postingan, terlihat seorang pembeli online yang mengaku puas menerima barang pesanan. Dilihat dari gambar, pembeli online sedang menyalakan portable torch atau alat penyembur api.
Sepertinya nyala api terlalu besar, sehingga bocah yang berada di samping ikut terkejut.
"Barang sesuai deskripsi dan fungsi ok," tulis salah seorang pembeli online saat memberikan testimoni. Cukup puas, orang tersebut juga memberikan bintang lima pada produk yang ia beli.
Seorang bocah nampak kaget melihat semburan api yang keluar dari portable torch tersebut. Respons kaget dari si bocah nampak tak biasa sehingga membuat netizen salfok.
Bahkan karena saking cepatnya bereaksi, wajah bocah tersebut menjadi blur di depan kamera. Dalam sekilas saja kita bisa mengetahui bahwa si bocah benar-benar terkejut melihat semburan api di dekatnya.
"Saking kagetnya sampai ngeblur anj*r," komentar @boerhanjrot.
"Anak itu terkejut karena melihat wajah ayahnya. Ternyata jika terkena cahaya dari yang berasal api jati diri ayahnya yang sebenarnya terungkap. Beliau terlihat seperti gembok gerbang neraka," canda @diminkuro.
"Siap-siap jadi bintang meme bulan depan," cuit @NoNamedGhost.
Itulah tadi review pembeli online yang pamer semburan api dengan respons bocah tak terduga di sampingnya, gokil abis ya?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi