hitekno.com - Di zaman sekarang yang serba digital, masih ada saja yang memilih untuk menabung uang di celengan plastik. Seperti kisah satu ini yang viral di media sosial.
Terekam dalam video, seorang wanita membagikan pengalaman dalam menabung uang jutaan Rupiah dalam celengan plastik.
Namun ujungnya malah ngenes, uang tabungan tersebut jadi korban santapan rayap. Ngenesnya, jumlah uangnya cukuplah besar.
Wanita itu membagikan video yang memperlihatkan uang lembaran Rp 100 ribuan yang habis dimakan rayap.
Video tersebut pun viral di media sosial. rekaman itu diunggah oleh akun Instagram @memomedsos.
Uang itu hanya tersisa serpihan kertas. Usut punya usut, wanita tersebut menyimpan uang tersebut di sebuah tabung plastik.
Terlihat uang kertas Rp 100 ribuan berwarna merah harus rusak karena dimakan rayap.
Tak diketahui berapa jumlah uang tersebut. Akan tetapi, unggahan tersebut menyebut uang tersebut berjumlah hingga jutaan rupiah.
Meski demikian, masih ada beberapa uang yang masih utuh. Sementara, kondisi uang yang lainnya sudah bolong dan hancur.
"Ditukarkan ke bank BI bisa," balas akun ering*****.
"Ada lembaga namanya bank, tapi masih ditaruh begituan. Primitif," ujar akun agung*****.
"Duit harus disimpan dengan suhu yang pas. Tidak lemab. Terus tempatnya juga minimal brankas. Kalau nggak ada brangkas, jangan disimpan di rumah. Kalau nggak abis dimakan rayap bakalan lengket-lengket jadi satu nggak bisa dilepas," komentar akun timbul*****.
Itulah video viral di media sosial, bagaimana pengalaman menabung uang di celengan plastik yang berujung jadi santapan rayap. (BeritaHits.id/ Nur Afitria Cika Handayani).
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia