hitekno.com - Kenangan-kenangan mengenai artis jadul biasanya dapat membuat netizen nostalgia. Sebuah foto majalah jadul tahun 1976 ini membuat netizen terpesona dengan wajah Rano Karno saat masih remaja.
Akun fanspage @perfectlifeid membagikan postingan mengenai cover majalah hiburan yang menampilkan Rano Karno beserta sang ayah.
"Rano Karno dan Soekarno M. Noer untuk cover majalah Variasi tahun 1976," tulis akun @perfectlifeid pada caption-nya. (postingan di link ini)
Sebagian netizen memuji wajah manis aktor kawakan tersebut saat masih remaja. Variasi termasuk majalah hiburan yang pernah hits pada tahun 70-an dan 80-an.
Netizen zaman now mungkin tak terlalu ngefans dengan Rano Karno. Meski begitu generasi 80-an, anak 90-an, atau generasi zaman old pasti mengenal sosok aktor kawakan Rano Karno.
Dikutip dari Wikipedia, ayah dari Rano Karno juga seorang aktor kawakan bernama Soekarno M. Noer.
Selain itu dia juga mempunyai saudara kandung yang juga turut bermain film seperti Tino Karno dan Suti Karno. Majalah jadul itu diedarkan pada September 1976 dengan harga cukup murah yaitu Rp 300 saja.
Bahkan saking melekat aura karakter protagonisnya, ia terkadang dipanggil Si Doel atau Bang Doel oleh netizen yang menjadi penggemarnya.
Foto majalah jadul yang menampakkan Rano Karno saat masih remaja ini memancing beragam komentar dari netizen.
"Bapak dan anak sama-sama seniman sejati," komentar @ngurah_vhonk.
"Legenda dan legenda hidup," pendapat @hen_drig.
"Bang Doel (Rano Karno) manis amat (emoticon cinta)," tulis @tfaranisya__.
Itulah tadi foto majalah jadul yang menampakkan Rano Karno saat masih remaja sehingga menarik perhatian netizen, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi