hitekno.com - Sudah menjadi rahasia umum bahwa emak-emak negeri +62 sangat menyukai sinetron. Anti mainstream, sebuah potret bapak-bapak yang ikut nimbrung menonton sinetron ini sukses bikin netizen geli.
Bagaimana tidak geli, bapak-bapak tersebut diprediksi "sangat menghayati" alur ceritanya.
Akun fanspage Twitter @tvindonesiawkwk membagikan postingan mengenai seorang bapak yang sedang menonton sinetron. Tak sekadar menonton, namun bapak-bapak ini juga membawa aksesori yang terduga.
Postingan memperlihatkan layar TV yang menampakkan sebuah adegan di sinetron Ikatan Cinta. Sinetron tersebut tengah hits dan menjadi idola emak-emak di Tanah Air.
Tak mau ketinggalan, rupanya bapak ini juga ikut menonton sambil membawa senjata mainan.
Momen itu cukup unik karena Elsa memang tak disukai emak-emak mengingat perannya sebagai antagonis pembunuh Roy. Elsa dengan kesaksian palsu yang menuduh Andin sehingga karakter utama masuk penjara memang cukup lihai menyembunyikan kebohongannya.
Bapak-bapak yang kemungkinan emosi saat menonton sinetron itu berhasil menarik perhatian netizen.
Terlepas dari itu, banyak netizen yang ikut terhibur serta berkomentar kocak atas bapak-bapak anti mainstream di atas.
"Baru nemu bapak-bapak yang doyan Ikatan Cinta. Biasanya emak-emak," komentar salah stau netizen.
"Bapak-bapak banyak yang suka. Salah satu senior gue setiap hari nyanyi theme song Ikatan Cinta ya Allah," balas netizen lainnya.
"Wkwkwk Elsa memang meresahkan sekali ya pak," cuit salah satu netizen.
"Jambak aja pak itu mulutnya Elsa," tulis komentar netizen.
Itulah tadi momen bapak-bapak nonton sinetron Ikatan Cinta yang membuat netizen geli, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi