hitekno.com - Sebuah masa memiliki ciri khas atau mungkin jajanan favorit yang ada pada rentang waktu itu. Postingan yang menampakkan sebuah iklan jadul minuman ringan ini sukses bikin netizen bernostalgia.
"Ada yang baru nih!! Kangen Gogo rasa anggur!" tulis akun fanspage @nostalgia_masakecil.
Fanspage Facebook lain bernama Iklan Jadul Indonesia juga pernah membagikan postingan yang hampir mirip namun dengan varian rasa berbeda.
Iklan jadul itu cukup familiar bagi generasi 80-an, sebagian generasi 90-an, dan generasi netizen zaman old. Kita bisa melihat dua orang model iklan sedang memamerkan minuman ringan dengan merek Gogo.
"Gogo minuman gembira, baru dari Ultra," tulis iklan tersebut. Minuman ringan Gogo saat itu diproduksi oleh PT Ultrajaya Industri di Bandung, Jawa Barat.
Perusahaan tersebut merupakan pionir di bidang industri minuman dalam kemasan di Indonesia. Sejak tahun 2008, merek Buavita dan Gogo dibeli oleh Unilever Indonesia sehingga Ultrajaya bisa kembali ke bisnis utamanya, yaitu produksi susu.
Generasi 80-an dan generasi 90-an, cukup mengingat keberadaan minuman itu karena produk tersebut pernah menjadi salah satu jajanan favorit di masa kecil.
Iklan jadul tersebut memancing beragam komentar dari netizen.
"Dulu sampai nangis-nangis minta beli, sampe sekarang nggak tahu rasanya karena nggak pernah beli (emoticon sedih)," tulis Devi.
"Hanya ketika ke pasar besar di kota aku dibelikan Gogo sama ibu," kenang @iklimaalfaraby.
"Paling sebel kalau disuruh ngalah sama kakak milih varian orange-nya padahal sukanya yang grape," tulis @goldenfilku.bdj.
Itulah tadi iklan jadul minuman ringan yang bikin netizen nostalgia, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih