Hitekno.com - Tak cuma mi instan, terdapat camilan snack mi langsung makan yang banyak disukai banyak orang. Selain praktis, rasanya yang gurih, jajanan ini bikin ketagihan.
Meski banyak yang menjadikan snack mi ini sebagai camilan, nyatanya akun Twitter @kgblgnunfaedh mengunggah seseorang yang malah merebus snack mi tersebut dan menyantapnya layaknya mi instan.
Meski sah-sah saja, namun bagi penggemar mi instan, ini termasuk pelecehan karena dinilai aneh dan tak masuk akal. Karena, untuk menyantap snack mi itu, kamu cuma harus meremukkannya hingga hancur alias dikremes.
Bahkan, akun tersebut menyebut orang yang memasak snack mi itu sebagai psikopat.
Unggahan itu memperlihatkan bagaimana ia memfoto sebungkus snack mi dengan merk "Gemeez enaak". Nampaknya, ia tak mempedulikan tulisan "Praktis, langsung dimakan" di kemasan tersebut dan malah memasaknya.
Pada foto kedua, orang itu memamerkan mi instan goreng yang telah dimasaknya di sebuah piring. Tentu saja, terlihat jika porsinya jauh lebih sedikit dari mi instan pada umumnya. Sayangnya, tak jelaskan bagaimana citarasa snack mi yang sudah ia rebus tersebut.
Aliran aneh ini memakan mi ini pun menarik perhatian banyak orang, dengan lebih dari 11 ribu likes dan lebih dari 300 komentar.
"Aku pernah ngerebus mi kremez trus ku kasih bumbunya," tulis netizen lainnya di Twitter
"Kaga nyampe perut itu mah, cuma ngotorin leher doang," komentar salah satu netizen di Twitter.
"Terkadang manusia ini suka melawan takdirnya ya, sudah ditakdirkan dikeremes malah direbus," tulis netizen lainnya.
Baca Juga:
Digaji Rp 473 Juta, Bocah 8 Tahun Ini Dikontrak Jadi Pro Player Fortnite
Unggahan potret snack mi yang dimasak ini lantas viral di Twitter. (Suara.com/Dinda Rachmawati)
Berita Terkait
Berita Terkini
-
6 Trik Packing Cerdas untuk Mudik Naik Pesawat agar Barang Tidak Over Bagasi
-
3 Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia 2026: Era Baru AI-Powered Marketing
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data