hitekno.com - Orang menato tubuhnya bukan hanya sekadar seni, namun sering kali jadi pengingat hingga menjadi penanda khusus. Namun bagaimana dengan pria yang pamer tato ini?
Viral di media sosial, video seorang pria sedang memamerkan tato miliknya. Awalnya terkesar garang dan sangar, namun ujung-ujungnya malah berbeda.
Bagaimana tidak, dalam video viral tersebut ia memamerkan tato wajah iblis yang tergambar di lengannya.
Tapi, alih-alih menampilkan kesar sangar, bentuk tato itu langsung berubah menggelikan jika pria itu berdiri.
Hal itu terlihat dalam video yang belakangan ini viral. Akun Instagram @jakarta.keras pun ikut membagikan momen pria itu pamer tato.
Tato iblis itu pun tampak seram dan diakuinya cukup membuatnya terkesan sangar.
Tapi kemudian, pria itu menggerutu karena tatonya akan berubah jika ia mengubah posisi.
Seperti dalam video viral di media sosial ini, ia pun berdiri sehingga posisi lengannya tampak lebih santai.
Di posisi itu lah, tato wajah iblisnya berubah bentuk. Bentuk tanduk iblis itu menonjol sebelah membuat wajah sangar itu jadi miring dan kehilangan kesangarannya.
Kontan, penampakan tato itu membuat si perekam tak bisa berhenti menahan tawa.
Video tato nyeleneh itu pun membuat netizen ikut tak habis pikir dan melempar komentar mereka.
"Gini kalau bikin tato pakai BPJS," komentar @slw***.
"Tatoan doang, ketemu Kang Mus sungkem," canda @aditya*****.
"Ya Allah, ngapa jadi sedih tapi ngakak ya," ujar @xtr****.
Itulah video viral di media sosial, seorang pria pamer tato yang awalnya terlihat seram malah berujung bikin netizen ngakak. (SuaraJabar.id/ Farah Nabilla).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi