hitekno.com - Jajanan di pinggir jalan biasanya dibanderol dengan harga terjangkau dan rasanya lumayan nikmat. Seorang penjual yang sedang menghidangkan salah satu menu jajanan ini sukses bikin netizen salfok.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @taurusman87 membagikan video saat seorang penjual sedang "meramu" menu makanan.
Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah ditonton lebih dari 1,6 juta kali dan memperoleh 70 ribu Like. Masih belum diketahui di mana tepatnya video itu direkam, namun diduga kuat itu adalah salah satu jajanan India.
Kita bisa melihat seorang penjual yang cukup tangkas dalam meramu bahan makanan. Namun di tengah video, netizen justru salfok dengan penampakan penjual itu saat mencampur adonan telur.
Pada loyang yang cukup besar, kita bisa melihat beberapa rempah-rempah, telur, minyak, dan adonan tepung mirip kulit martabak.
Setelah bahan dicampur serta "diobok-obok" menggunakan tangan, adonan tepung mirip kulit martabak itu lantas digoreng.
Meski setelah sampai pada loyang penggorengan menu makanan nampak menggoda, namun proses "mengobok-obok" telur dengan tangan itu membuat netizen hilang selera. Video viral ini memancing beragam komentar dari netizen.
"Ujung jendela dekat kaca kayaknya sarang rayap. Rayapnya disuguhi rempah-rempah," pendapat @calonnsuamiimu.
"Harusnya tuh telur sama bawang-bawang dikocok dulu di gelas bang..duuh (emoticon sedih)," balas @FabellaGeo.
"Bumbu khas daki..wkwkw," kata @ngepettyukk__.
Untuk melihat video viral mengenai jajanan yang "diobok-obok" sehingga bikin netizen salfok, kalian bisa mengungi postingan asli melalui link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi