hitekno.com - Mendapatkan kue ulang tahun dari orang terdekat merupakan hal yang menyenangkan, ditambah lagi jika kue tersebut dihias dengan unik.
Salah satu contohnya terlihat pada unggahan akun TikTok @krav.ery. Seorang wanita yang memiliki usaha membuat kue tart mendapatkan pelanggan yang tak biasa.
Pelanggannya ini ingin memberikan kue untuk temannya yang hobi membeli saham gorengan. Saham gorengan sendiri adalah saham yang nilainya bisa naik dan turun secara drastis dalam waktu singkat.
Pelanggan tersebut bercerita, sejak pandemi temannya kerap membeli saham tanpa melihat latar belakang perusahaan. Hal ini membuat temannya terus mengalami kerugian.
Grafik tersebut berwarna merah dan bernilai minus. Kue tersebut dimaksudkan agar teman pelanggan wanita ini ingat bahwa ia selalu rugi.
"Woi Rio, HBD! Gorengang teroos," bunyi pesan yang tertulis di atas kue.
Kata "gorengan" memang sengaja diganti menjadi "gorengang" atas permintaan pelanggan wanita ini. Tertulis juga nama perusahaan "Rio" dan juga angka yang minus.
Foto kue ulang tahun dengan gambar saham gorengan minus ini pun menarik banyak perhatian warganet. Pasalnya kue tersebut terlihat sangat cantik dan rapi.
Meskipun terlihat sederhana dengan tulisan dan grafik, kue tersebut tampak mengagumkan. Ratusan komentar pun memenuhi unggahan ini.
"Rapi banget woy. Garisnya lurus nggak meletat meletot," komentar seorang warganet.
Warganet lainnya juga ikut berkomentar. "Itu pelanggannya bisa aja ya kepikiran pesen kue gambar grafik saham haha," ujar warganet ini.
"Ihhh bagus banget. Aku jadi pengen," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Unggahan video kue ulang tahun ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 1 juta kali di TikTok. (Suara.com/Hiromi Kyuna)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi