hitekno.com - Terdapat suatu periode ketika para remaja asyik berkumpul sembari membaca majalah favorit. Sebuah foto yang menampakkan remaja saat membaca majalah olahraga sembari nongkrong ini berhasil menarik perhatian netizen.
"Harganya masih Rp 2.500?" tulis @jadoel.ig pada caption-nya. Akun fanspage @jadoel.ig membagikan postingan yang membuat netizen nostalgia.
Remaja periode 90-an hingga 2000-an tak terlalu tergantung dengan gadget dan masih hobi membaca majalah.
Foto menampakkan beberapa orang remaja yang tengah asyik saat memegang majalah. Kita juga melihat mereka nampak memperhatikan majalah sembari bercengkerama.
Kala tahun 2000-an, tabloid BOLA masih dibanderol dengan harga Rp 4.500 hingga Rp 5.000. Tabloid itu mempunyai dua rubrik yang terkenal yaitu OLE versi nasional dan internasional.
"Sebelum era gadget menyerang, media olahraga inilah yang menjadi santapan kita," tulis keterangan pada foto.
Dikutip dari Wikipedia, Tabloid BOLA sendiri sudah mengumumkan untuk menghentikan penerbitannya pada Oktober 2018 lalu. Meski sudah tak terbit, namun keberadaan majalah yang sudah ada sejak 1988 itu pernah menemani generasi remaja zaman old dalam memberikan informasi terutama soal sepak bola.
"Uang jajan dikumpulin buat beli tabloid bola," kata @r*ma*hany*eny.
"Mingguan gue beli Soccer, harian gue beli Ole, gue yang selalu kepo gosip terbaru pemain-pemain bola," kenang @ki*i*sik*kiss.
"Sebelum gadget menyerang, bacaan gue dulu tabloid pulsa sama bola," balas @sg*nr*m*.
Itulah tadi foto lawas saat remaja generasi zaman old tengah asyik baca majalah, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi