hitekno.com - Hunter X Hunter, salah satu anime legendaris yang mempunyai banyak penggemar dan dinantikan seri barunya. Kurang rasanya jika kamu belum pernah nonton Hunter X Hunter ini.
Memang disayangkan manga Hunter X Hunter sendiri tengah hiatus karena Yoshihiro Togashi selaku mangaka mempunyai keperluan pribadinya. Meski begitu, versi animenya tetap menarik untuk disimak.
Anime Hunter X Hunter sendiri awalnya diluncurkan pada 1999 silam. Namun mendapatkan remake dengan sentuhan modern pada 2011 membuatnya lebih segar dibandingkan versi lawasnya.
Dimana bisa nonton Hunter X Hunter ini sekarang? Tenang kamu bisa streaming di sejumlah platform populer. Ada Netflix dan Viu yang menayangkan sejumlah anime ternama.
Termasuk Hunter X Hunter, bisa kamu saksikan secara legal di Netflix dan Viu. Bahkan untuk Viu, tersedia subtitle Indonesia yang akan memudahkan kamu mengerti ceritanya.
Untuk pengguna Viu, bisa nonton Hunter X Hunter melalui aplikasinya. Atau bisa juga melalui LINK ini. Di layanan streaming ini tersedia subtitle Indonesia lho.
Anime Hunter x Hunter
Berkisah tentang Gon Freecss yang berkeinginan menjadi seorang Hunter, sosok yang telah membuktikan dirinya melalui pemeriksaan yang ketat sebagai anggota elit umat manusia dan yang berspesialisasi dalam menemukan makhluk langka, harta rahasia, dan individu lainnya.
Gon Freecss berpetualang untuk mencari ayahnya yang meninggalkannya saat masih kecil. Dalam perjalanannya, ia mendapatkan sejumlah teman, seperti Leorio, Kurapika, dan Killua.
Lebih lanjut mengenai kisah petualangan Gon, langsung tonton anime Hunter X Hunter melalui link streaming di atas. Tenang, legal kok!
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025