hitekno.com - Sebuah balon udara yang diterbangkan secara manual biasanya dapat menjadi hiburan bagi sebagian orang. Namun video mengenai balon udara yang diisi oleh banyak petasan ini memancing beragam reaksi dari netizen.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @probosukoco membagikan video ketika beberapa pemuda nampak bersemangat menerbangkan petasan.
Pemandangannya langsung menarik perhatian netizen mengingat terdapat banyak asap mengepul di sekitarnya. Bahkan terdapat netizen yang menganalogikan itu mirip sebuah "serangan UFO".
Para remaja itu sepertinya menerbangkan balon udara berisi petasan pada lahan terbuka, tepatnya di area persawahan. Saat perlahan naik, nampak percikan api dan suara ledakan dari petasan-petasan yang dikaitkan pada balon udara.
"Balon raksasa, detik-detik meledak kaya perang," tulis keterangan pada video.
Pemilik video menjelaskan bahwa video direkam pada sebuah desa di daerah Ponorogo. Banyak netizen yang menganggap bahwa itu merupakan sebuah tradisi yang ada di daerah tersebut.
"Tolong yang begini ditambat yak. Jangan sampai terbang bebas, nanti bisa membahayakan pesawat," tulis @fj*970*gnv.
"Yang komen bocil semua ternyata. Padahal tradisi itu sudah turun temurun," kata @Putr*Ra*tau.
"Bapak aku tanaman cabenya rusak semua gara-gara ada yang nerbangin balon begini sampai bapak nangis," balas @m*ti_1*18.
"Mirip UFO invasi Bumi," komentar @rahm*nko*akora.
"Membahayakan kalau jatuh di rumah warga. Semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," kata @jink*rak*raninja87.
Untuk melihat video viral mengenai balon udara yang diterbangkan dengan banyak petasan sehingga memicu pro dan kontra dari netizen, kalian bisa mengunjungi postingan melalui link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi