hitekno.com - Viral di media sosial, menampilkan aksi dua tukang bangunan tengah memaku dengan irama. Bagaimana aksi kedua pria ini langsung menjadi sorotan netizen yang penasaran.
Nampak kedua tukang bangunan ini sedang bekerja di sebuah proyek. mereka tengah memasang kerangka kayu dengan paku. Namun ada keunikan bagaimana keduanya memasang paku.
Salah satu tukang bangunan tersebut memalu seperti biasanya. Dengan santai dan pukulan yang stabil ia memukulkan palu tersebut ke paku yang terpasang di kayu.
Namun pria satunya, yang awalnya dengan pukulan stabil tiba-tiba berubah irama. Bahkan ia juga memukul kayunya tidak hanya pada paku, sehingga membuat irama merdu.
Bagaimana kombinasi pukulan palu kedua tukang bangunan ini berpadu dalam irama tak biasa. Hingga akhirnya menjadi sorotan netizen, bahkan viral di media sosial.
Beberapa netizen mengaku salut bagaimana aksi kedua pria ini. Bagaimana pukulan palu tukang bangunan bisa menjadi irama merdu dalam video viral di media sosial tersebut.
"Pasti pas SMA pernah ikut drumband," komentar netizen.
"Itu kompetisi ya bang," tanya netizen.
"Ini memang paling pas," tulis lainnya.
Di lain sisi, banyak netizen lainnya yang mengungkapkan kalau kedua tukang bangunan tersebut memberikan kode. Yakni kode untuk meminta dibuatkan kopi agar lebih semangat.
"Kopinya minta kopi kopi kopi," tulis netizen.
"kopi mana kopi, jadi ingat temanku selalu gitu kalau kopi belum datang," komentar lainnya.
"Ini dimana kode keras minta kopi," ungkapnya.
Untuk lihat video tukang bangunan ini, simak DI SINI.
Itulah video viral di media sosial, aksi tukang bangunan yang memalu dengan irama hingga mencuri perhatian netizen. Apakah jadi kode untuk meminta kopi?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi