hitekno.com - Menjadi admin toko online atau olshop, terkadang harus menjawab pertanyaan calon pembeli dengan baik. Termasuk pertanyaan teknis, membutuhkan pemahaman lebih soal produk yang dijualnya.
Seperti dalam postingan viral di media sosial ini, tangkapan layar dari diskusi antara admin olshop dengan calon pembeli. Terlihat admin toko online ini bisa menjawab dengan sangat detail.
Tidak hanya soal pemahaman produk, admin olshop ini juga memiliki pengetahuan lebih terkait elektronik. Yang ternyata bisa membatunya dalam menjawab pertanyaan tersebut.
Nampak dalam tangkapan layar, ia bisa menjelaskan beragam hal terkait pengisian daya baterai smartphone. Bahkan sampai lengkap dengan perhitungan untuk mengisi pakasitas baterai.
Melihat bagaimana admin online shop ini menjawab dengan panjang lebar, netizen menduga kalau ia anak elektro, atau lulusan elektro. Terlihat dari cara menjawab pertanyaan-pertanayaan dengan sangat teknis.
"Ketika lulusan elektro terpaksa menjadi admin online shop." tulis pengunggah ulang postingan ini.
Netizen pun ramai memberikan tanggapannya dalam kolom komentar. Tak sedikit yang salut dengan kemampuan admin olshop ini juga menyebutnya sebagai anak elektro.
"itu bukannya sains SMP kelas 3??? Emangnya udah pada lupa?" komentar netizen.
"Atau menguasai materi training dengan baik. Atau itu ownernya kebetulan lulusan elektro/fisika," ungkap lainnya.
"Itu official store brand, makanya detail. Kl toko retail mah pada gabut.." balas lainnya.
"Anak IPS auto mingkem" komentar netizen.
Itulah postingan viral di media sosial, bagaimana admin olshop bisa menjawab pertanyaan dengan detail dan teknis. Apakah benar ia anak elektro atau lulusan baru yang jadi admin online shop?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi