hitekno.com - Centang biru selama ini disematkan pada akun Twitter yang telah melalui verifikasi khusus, terutama untuk akun-akun pentin. Namun siapa sangka Twitter sempat kencolongan dengan akun palsu.
Seperti diwartakan The Verge, Selasa (13/7/2021), ada sejumlah akun Twitter palsu yang mendapatkan lencana centang biru. Namun platform media sosial ini telah menutupnya.
Bahkan tak tanggung-tanggun, Twitter menutup akun palsu tersebut secara permanen setelah sebelumnya mendapatkan centang biru.
Blunder Twitter itu terjadi ketika perusahaan media sosial tersebut membuka program verifikasi publik baru-baru ini. Tanpa diketahui oleh perusahaan berlogo burung biru itu, sejumlah akun palsu justru menerima centang biru.
"Kami telah keliru menerima permohonan verifikasi dari sejumlah kecil akun palsu," kata Twitter.
"Kami kini sudah menghapus akun-akun tersebut dan menghapus tanda centang biru mereka." lanjutnya.
Masalah ini pertama kali diungkap oleh akun Twitter Conspirador Norteno, yang dikenal sebagai data scientist. Ia menemukan enam akun bercentang biru yang, meski akun-akun tersebut baru dibikin pada 16 Juni lalu.
"Enam akun yang sudah diverifikasi ini memiliki 977 follower yang sama. Salah satunya adalah akun @verified (akun yang mengikuti semua akun bercentang biru). Sedang 976 lainnya diciptakan pada 19 atau 20 Juni 2021, dan mereka mengikuti 190 akun yang sama," jelas Norteno.
Twitter baru-baru ini kembali menggelar program verifikasi publik, yang akan memberikan centang biru kepada para pengguna Twitter berdasarkan beberapa kriteria seperti otentik, aktif, dan terkenal.
Dari insiden ini sepertinya ada yang tidak beres dengan proses verifikasi Twitter.
Buktinya 6 akun yang diberi centang biru tersebut sama sekali tak memiliki tiga kriteria di atas - meski mereka belakangan dihapus karena ada yang melaporkan.
Itulah laporan Twitter yang menghapus sejumlah akun palsu yang sebelumnya mendapatkan centang biru. (Suara.com/ Liberty Jemadu).
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih