hitekno.com - Berikut ini cara membuat twibbon Dino Kuning dan Dino Hijau yang sedang viral di media sosial TikTok.
Baru-baru ini, viral twibbon Dino Kuning dan Dino Hijau di TikTok. Penasaran bagaimana cara membuat twibbon Dino Kuning dan Dino Hijau ini? Simak penjelasan berikut.
Twibbon Dino Kuning dan Dino Hijau ini merupakan karya Yulita Irine yang diunggah melalui laman twibbonize.com. Cara membuat twibbon Dino Kuning dan Dino Hijau yang viral di TikTok ini pun cukup mudah.
Twibbon tersebut banyak dimanfaatkan oleh warganet untuk dijadikan bingkai foto couple bagi para pasangan. Jadi dengan menggunakan twibbon dino kuning dan dino hijau akan foto pasangan lebih lucu.
Tak hanya itu, banyak dari warganet juga menggunakan twibbon ini dengan memasangkannya dengan tokoh idola. Hal itu kembali kepada selera dan kreativitas orang dalam menggunakan twibbon dino kuning dan dino hijau ini.
- Pertama-tama klik link twibbon Dino Kuning dan Dino Hijau dibawah ini yang ingin dipakai:
Link Dino Kuning (cewek): https://www.twibbonize.com/bucinkuadrat
Link Dino Hijau (cowok): https://www.twibbonize.com/bucinbangetlah - Jika telah menemukan Twibbon yang telah dipilih, kemudian masukkan foto yang diinginkan. Lalu klik ‘OK’.
- Atur posisi foto agar sesuai dengan bingkai Dino Kuning dan Dino Hijau. Lalu klik ‘CROP’.
- Terakhir klik ‘DOWNLOAD’ untuk mengunduh Twibbon yang telah ditempel foto
- Setelah kamu unduh, jangan lupa untuk membagikannya ke pasangan maupun media sosial.
Itulah infomasi link dan cara membuat twibbon Dino Kuning dan Dino Hijau yang baru-baru ini viral di media sosial TikTok. Selamat mencoba! (Suara.com/ Muhammad Zuhdi Hidayat).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi