hitekno.com - Tak ingin mengecewakan pelanggan merupakan salah satu kunci para pengusaha sukses, sama halnya dengan membuat pelanggannya puas dengan keinginannya.
Sebuah percakapan antara pembeli dan driver ojek online serta sebuah gambar viral di sosial media. Tak hanya itu, Hal ini dibagikan melalui akun Twitter @txtdarionlshop.
Dalam unggahan tersebut tampak seseorang tengah memesan makanan via aplikasi ojek online. Pembeli ini kemudian meminta drover ojol untuk menyampaikan keinginannya kepada penjual.
"Minta tambahan mas. Bilang mas atau mbak yang jual di sana, gambarin Spongebob di kotak makanannya dong," ujar pembeli pada driver ojol ini,
Saat sampai, orang ini segera melihat 2 kemasan makanan yang ia pesan. Benar saja, penjual tak ingkar janji dan menggambarkan karakter Spongebob Squarepants serta Patrick Star di masing-masing kotak.
Gambar tersebut dibuat dengan pulpen yang tintanya hampir habis. Bisa dibilang gambarnya cukup sederhana dengan goresan yang cukup asal.
"Nggak nyata spidolnya," tulis penjual dalam kemasan itu untuk mengekspresikan tinta pulpen yang hampir habis.
"Heh, yang beli iseng banget. Gue sampe ngakak nggak selesai-selesai wkwkwk," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Meski gambar seadanya banget, tapi kegigihan penjual merealisasikan permintaan pelanggan patut diapresiasi," ujar warganet ini.
"Astaga ini ngakak banget. Tangannya Spongebob plis kenapa itu? Hahaha," tulis warganet lainnya dalam kolom komentar.
Unggahan cuitan kemasan minta digambar Spongebob Squarepants ini sudah disukai sebanyak lebih dari 6 ribu akun di Twitter. (Suara.com/Hiromi Kyuna)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi