hitekno.com - Jajanan permen kapas menjadi salah satu camilan yang berhasil menarik anak kecil hingga dewasa. Rasanya yang lembut dan lumer di mulut bikin ketagihan.
Seorang wanita hendak bereksperimen dengan mesin permen kapas yang ia miliki di rumah. Eksperimen itu ia bagikan melalui akun TikTok @melinda.chia.
Awalnya seorang warganet menantang Melinda untuk membuat permen kapas dari es teh manis. Meski menurut Melinda ini adalah permintaan yang aneh, ia tetap menyanggupinya.
Es teh manis yang ia gunakan ditambahkan banyak gula karena permen kapas biasanya terbuat dari gula. Percobaan pertama, Melinda mengambil es teh manis dengan sendok khusus dari mesin permen kapas.
Suara nyaring langsung keluar begitu es teh manis dituangkan ke mesin. Ternyata tak ada satu pun kapas yang keluar, begitu pula dengan percobaan yang gagal.
Ia lantas menyicipinya dan mengatakan rasanya yang mirip es teh manis. Namun tak lama kemudian, ia mengatakan bahwa dirinya berbohong.
Pada percobaan ketiga, ia tak menggunakan es teh manis melainkan gula berwarna oranye. Melinda memberi kesimpulan bahwa es teh manis tak bisa dijadikan permen kapas.
Video ini kemudian menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Coba pakai teh sachet kak! Kan dia bentuknya serbuk tuh, siapa tahu bisa. Penasaran banget haha," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Ngakak banget kirain beneran bisa. Ternyata tertipu sejenak aku hahaha," ujar warganet ini.
"Lain kali coba bikin pakai garam kak," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Unggahan video eksperimen membuat permen kapas dengan es teh ini viral dan mendapatkan lebih dari 3 juta kali di TikTok.
Untuk melihat video selengkapnya, klik di sini!
(Suara.com/Hiromi Kyuna)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi