hitekno.com - Instagram dilaporkan kembali menyiapkan perubahan dalam layanannya. Yakni kali ini dalam fitur pencarian yang akan mendapatkan pembaruan.
Dilaporkan kalau Instagram bakal memprioritaskan konten foto dan video dalam laman search atau fitur pencarian.
Perubahan ini menandakan bahwa Instagram bakal makin mirip dengan platform video pendek asal China, TikTok.
"Perubahan ini adalah bagian dari serangkaian peningkatan yang dirancang untuk inspirasi dan penemuan," ungkap Bos Instagram, Adam Mosseri, dikutip dari The Verge, Minggu (29/8/2021).
Instagram sendiri telah menggunakan pencarian berdasarkan kata kunci sebagai cara untuk menawarkan hasil konten visual seperti foto.
Namun, rencana baru Instagram ini akan memberikan keunggulan lebih.
Mosseri menyebut bahwa pencarian dengan kata seperti “space” akan menampilkan hasil foto dan video yang direkomendasikan.
Dalam video berdurasi empat menit, Mosseri mendemonstrasikan cara kerja fitur pencarian baru Instagram ini.
Saat mencari kata 'Sushi', terlihat bahwa hasil pencarian akan menampilkan foto atau video yang berkaitan dengan makanan tersebut.
Ini tentu berbeda dengan apa yang sekarang ada di Instagram, di mana hasil pencarian memperlihatkan nama akun atau profil terlebih dulu.
Fitur pencarian dengan kata kunci di Instagram saat ini bisa dibilang hit or miss.
Oleh karenanya, Mosseri berusaha memperbaikinya. Fitur hasil pencarian baru ini bakal dimulai dengan konten berbahasa Inggris dan terus dikembangkan.
Sayangnya, Mosseri tidak memberitahu kapan Instagram bakal menghadirkan pembaruan fitur pencarian yang mirip dengan TikTok ini. (Suara.com/ Dicky Prastya).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi