hitekno.com - Foto jadul puluhan tahun lalu dapat memberikan momen bersejarah pada netizen zaman now. Foto jadul orang kantoran ini sukses menarik perhatian netizen.
Akun fanspage @perfectlifeid membagikan foto mengenai potret lawas orang kantoran dengan banyak berkas di meja. "Potret nostalgia, suasana kerja kantoran di Yogyakarta," tulis @perfectlifeid pada caption-nya.
Foto tersebut merupakan jepretan jurnalis Amerika bernama Harrison Forman. Sebagai informasi, banyak foto dari Harrison Forman yang tersimpan di University of Wisconsin–Milwaukee Libraries atau dikenal sebagai UWM Libraries.
Jurnalis itu terkenal dengan puluhan ribu fotonya saat berkeliling Asia sekaligus saat dirinya melakukan reportase selama Perang Dunia 2 dan beberapa saat setelahnya.
Berdasarkan keterangan dari UWM Libraries, foto ini diperkirakan diambil di tahun 1960-an atau 1970-an. Kita dapat melihat tiga orang pekerja kantor yang sedang mengelola berkas di depannya.
Tak hanya pria dengan kacamata hitam, namun netizen turut menyoroti tak adanya ponsel atau gadget di samping pekerja tersebut.
Netizen membayangkan bahwa suasana ini dirindukan karena pekerja itu tak merasakan riuhnya "grup WhatsApp (WA) orang kantor".
"Adem gak ada WA dari bos kasih kerjaan," kata @ah*ads*di*.s.
"Sangat keren pada masanya," balas @m*han*ni*s*ar.
"Salah satu yang paling puyeng adalah karyawan sektor perbankan tahun 70-an. Kebayang pencatatannya manual banget," komentar @r.p*nd**etyaw*n.
Itulah tadi foto jadul orang kantoran tahun 1970-an yang bikin netizen salfok dengan gayanya, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi