hitekno.com - Viral di media sosial, postingan yang menceritkan tanaman hias sukses terjual dengan harga fantastis. Tak tanggung-tanggun mencapai Rp 225 juta.
Sebagai diketahui, tanaman hias masih digandrungi sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini di tengah situasi pandemi.
Salah satunya seperti tanaman hias monstera yang populer dengan harga jual yang sangat tinggi.
Belakangan ini, viral video di media sosial yang merekam seorang warga Solo membeli dua tanaman Monstera variegata berukuran besar dengan harga ratusan juta.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @kipllivariasi pada 11 September, terekam proses transaksi dan pengemasan tanaman hias tersebut.
Pemilik akun juga mengunggah bukti kuitansi pembayaran atas transaksi tersebut. Tampak kedua monstera terjual dengan harga Rp 225 juta. Kegiatan jual beli itu sendiri dilakukan pada 10 September.
Tak hanya itu, dalam video viral di media sosial tersebut sang pembeli mengaku juga mendapatkan bonus dua tanaman hias lainnya.
"The monstera seharga Rp 225.000.000," tulis pemilik akun dalam keterangan pada videonya.
"Wajarlah mahal. Monstera king jenis varigata dan sudah besar lagi. Itu lama banget prosesnya baru bisa besar kayak gitu," tulis netizen.
"Percaya aku, karena nggak gampang ngerawat tanaman mahal langka itu sampai sebesar dan sesubur itu," komentar lainnya.
"Suami saya beli baru satu daun aja harga 800 ribu, apalagi itu daunnya besar dan rimbun," tambah netizen.
"Bukan main harganya," ungkap lainnya.
"Pantas monstera king variegata. Ngerii harganya," sahut netizen.
itulah video viral di media sosial, kisah tanaman hias Monstera variegata yang terjual sampai Rp 225 juta. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).
Tag
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi