hitekno.com - Layanan TelkomGroup baik fixed Indihome maupun mobile broadband Telkomsel sedang dikeluhkan mengalami gangguan.
Bahkan Indihome dan Telkomsel sempat menduduki trending topik Twitter pada Minggu (19/9/2021) kemarin.
Menanggapi banyaknya keluhan pengguna yang ramai di media sosial, Telkom Group pun memberikan penjelasan soal masalah koneksi internet layanannya.
Gangguan terjadi pada sistem komunikasi kabel laut JaSuKa (Jawa, Sumatera dan Kalimantan) ruas Batam - Pontianak mulai sekitar pukul 17.33 WIB kemarin (19/9). Layanan mulai kembali normal sejak tengah malam hingga pagi ini.
Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono mengatakan, bahwa sejak terjadinya gangguan kemarin malam, pihaknya segera melakukan rerouting trafik sebagai alternatif jalur komunikasi menuju Batam.
Dia menambahkan, fokus perusahaan hanya satu yakni layanan segera kembali normal dan digunakan pelanggan seperti sediakala.
Gangguan teridentifikasi berasal dari titik sekitar 1,5 Km lepas pantai Batam pada kedalaman 20 meter bawah permukaan laut.
"Dengan diketahuinya titik gangguan, kami segera mempersiapkan upaya perbaikan agar secepatnya infrastruktur tersebut dapat segera berfungsi normal," ujar dia.
Selanjutnya Pujo Pramono mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan pelanggan yang selalu setia menggunakan layanan TelkomGroup.
"Telkom berkomitmen untuk memberikan akses konektivitas terbaik di seluruh Indonesia, guna memberikan pengalaman digital terbaik bagi seluruh pelanggan," pungkasnya.
Itulah jawabab TelkomGroup soal gangguan koneksi internet Indihome dan Telkomsel yang ramai belakangan. (Suara.com/ Dythia Novianty).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025