hitekno.com - Video yang viral di Instagram belum lama ini menunjukan sisi dapur restoran cepat saji. Bikin merinding, netizen dibuat salah fokus dengan sebuah kolam yang menjadi tempat penampungan sejumlah cairan dari restoran cepat saji tersebut.
Unggahan video mengenai dapur restoran cepat saji ini diunggah oleh akun @1001kuliner dan langsung menjadi viral di Instagram pada Kamis (23/10/2021) lalu.
''Kira-kira apa ini?'' tulis caption unggahan @1001kuliner.
Dalam video yang diunggah, nampak dua orang karyawan restoran cepat saji yang sedang sibuk bekerja di dapur. Mata netizen lalu tertuju pada sebuah kolam penampungan yang berisi cairan berwarna hijau layaknya limbah.
Terlihat lalu seorang karyawan wanita restoran restoran cepat saji tersebut sedang mengambil cairan kental yang berada di permukaan air kolam penampungan tersebut untuk diletakkan di tempat berbeda.
''Sebagian dari sesuatu yang berminyak itu ada di perut kita'' tulis netizen.
''Ih apaan sih itu'' komentar netizen.
''Buset jorok banget'' balas netizen lainnya.
Selain membuat beberapa netizen merinding geli, seorang netizen lalu menjelaskan fungsi kolam penampungan di dapur restoran cepat saji ini. Menurutnya, kolam tersebut adalah Grease Trap yang digunakan untuk memisahkan minyak dan air limbah buangan restoran agar tidak mencemari lingkungan.
''Grease Trap, buat memisahkan minyak dan air dari limbah buangan restoran. Jadi minyaknya nggak mencemari air limbah yang akan dibuang'' ungkap netizen membalas.
Viral di Instagram, unggahan mengenai dapur restoran cepat saji ini lalu telah ditonton sebanyak ratusan ribu kali dan mengumpulkan ribuan komentar dari netizen usai diunggah akun @1001kuliner.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia