hitekno.com - Melalui akun Twitter resminya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenang keris pemberian mendiang Ki Manteb Sudarsono. Mengenai hal ini, sejumlah netizen justru meminta Anies Baswedan untuk waspada.
Cuitan Anies Baswedan saat mengenang keris pemberian Ki Manteb Sudarsono ini diunggah ke akun pribadinya @aniesbaswedan pada Sabtu (9/10/2021) dan langsung menjadi viral di Twitter.
Dalam cuitannya, Anies Baswedan mengutip kalimat yang ia sampaikan saat menerima keris pemberian Ki Manteb Sudarsono ini. Diakui oleh Gubernur DKI Jakarta ini, dirinya diminta untuk menjaga wayang kulit di Tanah Air untuk tetap hidup dan berkembang.
''Saya terima keris ini sebagai sebuah kehormatan dan Insya Allah akan saya jaga sebaik-baiknya. Begitu juga pesan, yang tadi disampaikan agar menjaga wayang kulit untuk tetap hidup dan berkembang'' cuit @aniesbaswedan.
Viral di Twitter, cuitan Anies Baswedan saat kenang keris dari Ki Manteb Sudarsono ini langsung saja menerima berbagai komentar dari netizen yang justru memintanya agar lebih waspada terkait gratifikasi.
''Awas gratifikasi pak'' komentar netizen membalas.
''Insya Allah sudah dilaporkan ya pak, mungkin ini bentuk gratifikasi'' ungkap netizen.
Mengenai hal ini, seorang netizen lainnya menyebut jika keris pemberian Ki Manteb Sudarsono ini sudah dilaporkan ke KPK oleh Anies Baswedan.
''Sudah dilaporkan ke KPK, SK No 1477/2021'' tulis netizen lainnya.
Sebagai informasi, pada April 2021 lalu, Anies Baswedan menerima pemberian keris dari Ki Manteb Sudarsono. Usai viral di Twitter, cuitan Gubernur DKI Jakarta ini lalu telah ditonton sebanyak lebih dari 31 ribu kali.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi