hitekno.com - Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara metaverse Decentraland vs The Sandbox yang perlu kamu ketahui.
Semua hal yang berkaitan dengan metaverse menjadi viral setelah Mark Zuckerberg memperkenalkan konsep tersebut beberapa waktu lalu.
Metaverse sendiri adalah sebuah dunia virtual yang memungkinkan kamu berinteraksi dan melakukan segala hal di dunia tersebut tanpa perlu keluar rumah.
Kamu hanya perlu menggunakan beberapa perangkat seperti headset VR, komputer dan mikrofon untuk bisa berinteraksi dengan orang-orang di metaverse.
Jangan salah, kamu bahkan bisa mencari uang di dunia virtual yang satu ini.
Lalu di mana itu metaverse? kamu bisa bergabung ke dunia metaverse dengan banyak situs, namun yang paling terkenal adalah Decentraland dan The Sandbox.
Baik Decentraland atau The Sandbox, sepenuhnya sudah terdesentralisasi. Ini berarti bahwa tidak ada entitas terpusat yang mengendalikan yang mengatur kedua platform tersebut.
Dengan kata lain, kedua dunia virtual dibangun di atas blockchain Ethereum. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat daftar perbedaannya di bawah ini.
Perbedaan Decentraland vs The Sandbox
1. Usia
2. Jumlah tanah yang dijual
Sementara Sandbox memiliki 166.464 bidang tanah dan dapat dikelompokkan menjadi perkebunan (dimiliki oleh satu orang) atau distrik (dimiliki oleh 2 orang atau lebih).
Dari jumlah tanah yang dimiliki, Sandbox memberimu lebih banyak pilihan untuk bisa dibeli.
3. Mata uang
Decentraland memiliki tiga jenis token: MANA, WEAR dan LAND.
Sandbox memiliki empat jenis Token: SAND, ASET, GAMES, dan LAND.
4. Kualitas grafik
Namun ada satu hal yang perlu digaris bawahi ketika pengguna ingin menggunakan platform Sandbox.
Mereka harus mengunduh aplikasi windows untuk mengakses The Sandbox. Sementara Decentraland bisa diakses dengan perangkat apapun.
Itulah perbedaan Decentraland vs The Sandbox yang perlu kamu ketahui.
Tag
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi