hitekno.com - Sebuah keributan di jalan dapat memancing kemacetan di sekitarnya. Video mengenai dua wanita yang sedang baku hantam ini sukses bikin netizen salfok.
Akun fanspage Instagram @viralkansaja membagikan video saat warga berkerumun di pinggir jalan. Rupanya warga dan pengendara motor ini berhenti sejenak untuk melerai dua wanita yang sedang berkelahi.
"Para wanita baku hantam jambak rambut di jalanan, menjadi tontonan warga sekitar sehingga menimbulkan kemacetan," tulis @viralkansaja pada caption-nya.
Kejadian tersebut diduga berlangsung di dekat Jembatan Kertapati Palembang. Kita bisa melihat beberapa pengendara motor yang menepikan kendaraan.
Deretan mobil juga nampak berjalan pelan karena keributan itu memancing kemacetan. Masih belum diketahui akar permasalahannya, namun dua motor matic terlihat ambruk di dekat lokasi keributan.
Tiga orang pria harus melerai dua perempuan tersebut karena mereka memancing keributan dan kemacetan di jalan. Beberapa pengendara berhenti sejenak untuk melihat keributan tersebut.
Video keributan yang viral di media sosial ini memancing kehebohan dari netizen. Postingan justru memancing rasa penasaran dan membuat netizen memberi berbagai macam tebakan.
"Mereka rebutan minyak goreng kah? (emoticon penasaran)," kata @b**u.b**t16.
"Nggak jauh-jauh dari masalah cowok pasti," pendapat @_m**tahu**annah.
"Perekam video be like: nonton aja deh daripada kena bogem nyasar," tulis @mi**ayl**irey85.
"Pasti masalah sein motor," ungkap @ha**b_4*.
"Malah adu mekanik," komentar @da**0**0. Itulah tadi video viral wanita baku hantam di pinggir jalan yang bikin netizen salfok dan penasaran, bagaimana pendapat kalian? (Video viral tersebut bisa ditonton melalui link ini).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi