hitekno.com - Iklan jadul dapat menyuratkan barang atau kendaraan populer yang pernah menjadi tren pada puluhan tahun lalu. Sebuah iklan lawas mengenai Honda CB 100 ini berhasil menarik perhatian netizen.
Akun Facebook Perpustakaan Nasional membagikan sebuah iklan jadul yang pernah dimuat pada salah satu surat kabar di tahun 1977.
"Iklan motor CB 100 Super Sport tahun 1977. Motor legendaris ini sangat terkenal dan mewah pada zamannya. Motor ini dahulunya bukan asli atau di buat di Indonesia, melainkan dibuat dan dirakit di Jepang lalu dipasarkan di Indonesia," tulis akun Facebook Perpustakaan Nasional pada keterangannya.
Kita bisa melihat beberapa pria yang mengendarai Honda CB 100. Para pria berambut gondrong itu nampak memboncengkan wanita cantik di belakangnya.
Melalui iklan, perusahaan mengklaim bahwa motor mereka memiliki penampilan yang tampan. Iklan jadul juga memberikan tagline yang cukup menarik di tahun 70-an.
Banyak netizen yang mengenang bahwa Honda CB 100 pernah populer pada zamannya. Tak hanya itu, popularitas Honda CB juga bertahan hingga sekarang.
Masih banyak penggemar yang memodifikasi motor Honda CB 100 dan CB 125 sehingga masih sedap dipandang hingga saat ini. Iklan jadul mengenai Honda CB 100 tersebut memancing beragam komentar dari netizen.
"Sampai sekarang masih idaman milenial walaupun oplosan shock Tiger, mesin MP, dll," balas Sriping Budin.
"Super Sport keren pada masanya," ungkap A** Sur**wan.
"Motor anak muda tahun 70-an," pendapat Ar** Ra**an. Itulah tadi iklan jadul Honda CB 100 tahun 1970-an yang menarik perhatian netizen, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi