hitekno.com - Cemoohan orang terkadang dapat menjadi motivasi untuk melakukan transformasi. Seorang gadis cantik yang membagikan curhatan ketika ia pernah dibully ini sukses menarik perhatian netizen.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @ekkafitrie mengunggah momen before-after. Ia mengaku pernah dibully dan disindir orang lain karena memiliki berat badan berlebih.
Meski begitu, cemoohan orang justru membuat ia semakin bermotivasi untuk menurunkan berat badan. "Dibully gendut kok nangis. Dibully ya percantik diri dong," tulis @ekkafitrie pada caption-nya.
Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah ditonton lebih dari 500 ribu kali dan memperoleh 38 ribu tanda suka.
Akun @ekkafitrie kerap membagikan video motivasi untuk menurunkan berat badan kepada netizen. Ia pernah memiliki bobot 97 kilogram dan berangsur-angsur turun.
Akun @ekkafitrie mengungkap bahwa ia memiliki berat badan berlebih pada usia 15 tahun sehingga kerap dicibir orang lain. Namun berkat olahraga dan diet rutin, penampilannya berubah.
Ia kini mempunyai badan yang ideal menjelang umur 24 tahun. Akun @ekkafitrie menjelaskan bahwa rajin olahraga selama satu tahun mampu menghadirkan perubahan pada tubuhnya.
Banyak netizen mengaku terkesima dengan transformasi yang dilakukan oleh gadis cantik ini. Postingan video viral mengenai transformasi gadis yang mampu menurunkan bobot puluhan kilogram tersebut memancing beragam komentar dari netizen.
"Hebat banget," puji @dwi**sah**ayat.
"Setuju sih. Bully-an malah bisa membuat kita untuk semangat berubah," kata @na**a.
"Aku tap love seribu kali kak, keren banget transformasinya," ungkap @ak**pee**less. Postingan video viral mengenai transformasi gadis cantik setelah dibully tersebut bisa dilihat melalui LINK INI.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi