hitekno.com - Foto jadul dapat memperlihatkan suasana yang pernah familiar pada zamannya. Sebuah foto mengenai para pelajar Indonesia dan Belanda pada kelas yang sama sukses menarik perhatian netizen.
"Siswa-siswi dari HBS Surabaya, lengkap dengan ragam latar belakang: Bumiputera, Indo-Belanda, dan Belanda asli. Antara tahun 1927 - 1940," tulis pengguna Facebook bernama Yoga Dariswan dalam postingan yang viral di media sosial.
Postingan tersebut dibagikan ulang oleh Bayu Nugroho melalui forum Indonesia Tempo Doeloe. Foto jadul itu mirip arsip yang diunggah melalui Pinterest dengan deskripsi "Klas van de HBS te Soerabaja, 1927".
Tak sedikit yang salfok pada penampilan para pelajar tersebut. Dikutip dari Wikipedia, Hoogere Burgerschool disingkat HBS adalah pendidikan menengah umum pada zaman Hindia Belanda untuk orang Belanda, Eropa, Tionghoa, dan elit pribumi dengan bahasa pengantar bahasa Belanda.
Masa studi HBS berlangsung dalam lima tahun atau setara dengan MULO + AMS (SMP + SMA). Pemerintah Hindia Belanda sudah mengizinkan anak pribumi masuk HBS sejak tahun 1874.
Tak sedikit netizen yang menilai bahwa potongan rambut dan wajah dari siswi Belanda itu mirip dengan artis horor fenomenal Indonesia, Suzzanna.
Beberapa netizen juga mengagumi wajah-wajah lain yang dinilai memesona di sekolah elit zaman Hindia Belanda tersebut. Postingan foto jadul tersebut mendapatkan beragam komentar dari netizen hingga viral di media sosial.
"Ini kaum elit pada zamannya," kata netizen lain.
"Ganteng-ganteng dan cantik-cantik," puji netizen.
"Pernah ngerasain duduk di bangku kayak gini. Kebetulan SD-ku dulu bekas sekolah zaman Belanda," kenang netizen. Itulah foto lawas suasana kelas yang berisi pelajar Indonesia dan Belanda, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi