hitekno.com - Setiap periode biasanya memiliki kendaraan yang cukup populer pada zamannya. Sebuah foto lawas yang menampakkan tentara asing di Semarang tahun 1940-an ini sukses bikin netizen salfok.
Akun fanspage Instagram @potolawas membagikan foto terkait petinggi pasukan Belanda saat memeriksa prajuritnya di tahun 1946.
"Kunjungan Panglima Angkatan Darat S.H. Spoor ke Semarang, sekitar 1 Juli 1946. S.H. Spoor menyapa brigade sepeda motor," tulis @potolawas pada caption-nya.
Akun fanspage tersebut membagikan ulang sebuah arsip online yang tersimpan di Nationaal Archief Belanda. Kita bisa melihat beberapa pasukan yang berdiri rapi di dekat sepeda motor.
Petinggi pasukan nampak menyalami salah satu tentara sebelum pergi bertugas. Dikutip dari Wikipedia, Simon Hendrik Spoor atau S.H. Spoor merupakan seorang petinggi militer yang terkenal berkat perannya ketika Belanda mencoba merebut kembali Indonesia.
Foto jadul tentara Belanda di Semarang tahun 1946 ini justru membuat netizen tertarik dengan motor di samping para pasukan.
Motor tersebut memang kerap terlihat pada deretan foto jadul yang tersimpan pada museum atau perpustakaan online milik universitas di Belanda.
Belum diketahui terkait jenis kendaraannya, namun bagian depan motor mirip salah satu seri Matchless yang diproduksi antara tahun 1939 hingga 1946.
"Matchless memang jos pada zamannya," kata @d**_ba**le.
"Motornya keren," balas @*s_m*ul**a.
"Motor ini belum ada sock-nya ya pasti ngilu banget tuh (emoticon terkejut)," pendapat @ib**u_fa**i.
"Kirain tadi lagi dirazia motornya," komentar @e**_z**ran. Itulah tadi foto lawas tentara asing di Semarang pada tahun 1940-an yang bikin netizen salfok, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi