hitekno.com - Seseorang harus berjuang lebih dalam mengelola gaji yang pas-pasan. Sebuah daftar potongan gaji guru di tahun 1970-an ini bikin netizen salfok.
Akun Facebook Perpustakaan Nasional RI membagikan deskripsi daftar potongan gaji guru yang pernah dimuat pada surat kabar lawas.
"Nasib guru SD zaman dulu, sudah gaji kecil daftar potongannya panjang serenceng," tulis akun Facebook Perpustakaan Nasional.
Kita bisa melihat potongan gaji guru SD yang begitu banyak. Terdapat setidaknya rincian 19 poin yang membuat gaji guru zaman dulu terpangkas dalam jumlah tak sedikit.
"Dengan melalui harian ini, saya ingin menyampaikan data potongan istri saya Guru SD Subang untuk dihayati nasib guru tersebut," bunyi keterangan yang tertulis pada surat kabar.
Beberapa potongan lain termasuk potongan KORPRI, Idhata, Inpasing, PMI, Kelompok Diskusi, Buku Identitas Pegawai, Jambore Nasional, P3D dan lain-lain.
Jika ditotal, keseluruhan pemotongan gaji mencapai Rp 5.655. Sebagai informasi, harga emas pada tahun 70-an sekitar Rp 2 ribuan per gram-nya. Gaji PNS saat itu berkisar 12 ribu hingga 120 ribu. Daftar potongan gaji guru di tahun 1970-an ini mendapat beragam komentar dari netizen.
"Sebagai anak guru tahun 80-an saya mengalami susahnya hidup tahun segitu," komentar Sub**ja H**im.
"Jadi guru jujur berbakti memang makan hati (Guru Oemar Bakri - Iwan Fals)," tulis Ka**to Wa**nabe.
"Tapi guru-guru dulu profesional dan fokus mengajar makanya pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa," pendapat Pras**wo N**o.
"Potongan majalah malah paling besar ya," ungkap Tan**do. Itulah tadi daftar potongan gaji guru tahun 1970-an yang menarik perhatian netizen, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi