Hitekno.com - Nasi panas yang dicampur garam terkadang bisa menjadi menu alternatif untuk berhemat. Momen ketika seorang nenek memakan nasi garam ini sukses bikin netizen salfok.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @nadyeot membagikan video ketika neneknya hanya makan seadanya. "Harga barang-barang sekarang semua sudah naik. Nasi dan garam pun sudah cukup," tulis @nadyeot pada caption.
Kita bisa menyaksikan seorang nenek yang mengambil nasi dari alat penanak dengan perlahan. Ia hanya mengambil nasi secukupnya dan meletakkan piring di atas meja. Sang nenek menaburkan garam di atas nasi, kemudian menikmatinya.
"Terkadang nenek tidak ada uang di akhir bulan. Nenek hanya makan nasi dengan garam saja sudah bersyukur," kata @nadyeot di dalam video.
Pemandangan ketika nenek menikmati nasi garam dengan penuh rasa syukur tentu membuat orang terenyuh. Meski begitu, netizen nggak jadi merasa kasihan setelah melihat nenek itu menikmati kopi Starbucks.
Harga kopi Starbucks dalam ukuran Tall dan Grande ada pada kisaran Rp 40 ribu serta Rp 50 ribuan. Gelang emas dan minuman Starbucks milik nenek tentu membuat suasana kesedihan berubah 180 derajat.
Netizen Malaysia dengan akun @nadyeot memang kerap mengunggah konten parodi. Postingan video parodi mengenai nenek yang hanya makan nasi garam itu berhasil viral setelah ditonton lebih dari 6 juta kali dan memperoleh 500 ribu tanda suka. Unggahan video viral tersebut mendapat beragam komentar dari netizen.
"Gelang nenek gaji 5 bulanku (emoticon menangis)," kata @ay**hu**.
"Awalnya sedih. Endingnya ngakak," tulis @mu**iq*al.
"Beras Basmati, garam Himalaya, minuman kopi Starbucks. Saya yang kasihan nek," komentar @ps**h*dt.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026