hitekno.com - Barang-barang branded berharga mahal tentu harus dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Seorang cowok ini mengaku nyesek karena sweater mahalnya dijemur sembarangan.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @an4kbund4_ curhat saat mengetahui pakaian dan sweater dijemur di depan rumah.
Ia menceritakan bahwa sang ibu kurang mengerti barang branded sehingga menjemur pakaian mahal tanpa pengawasan di tepi jalan.
"Momen ketika ibu tidak paham brand dijemur di pinggir jalan. Mana sepi (emoticon sedih)," tulis @an4kbund4_ pada caption. Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah ditonton lebih dari 6 juta kali dan memperoleh 350 ribu tanda suka.
Pemilik akun @an4kbund4_ merekam momen ketika dirinya menghampiri jemuran di pinggir jalan. Ia mendekatkan kamera dan memperlihatkan logo Stone Island pada sweater.
"Saya juga sih ngakunya beli Rp 100 ribu dapat dua," kata @an4kbund4_. Ia menjelaskan bahwa dirinya membeli pakaian ini dengan harga setidaknya Rp 1,7 juta.
Harga pakaian bermerek Stone Island memang terkenal mahal dan mencapai jutaan rupiah, jika original.
"Share loc bang tempatnya. Gue mau main," canda @gen**h**h81.
"Sabar mas (emoticon tertawa)," komentar @a**hc*o.
"Kalau kampung gue mah nggak tahu barang branded. Mau mahal atau murah masih tetap aman di jemuran," tulis @e**ang.
"Gue pernah kejadian bang. Tapi anehnya cuma diambil logo Stone Island-nya doang..haha." curhat @lu**ie*o.
"Kalau Converse fix ilang itu bang," ungkap @mi**he*e. Itulah tadi curhatan cowok mengenai pakaian branded yang dijemur di pinggir jalan, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi