Hitekno.com - Hacker dengan akun bernama Strovian dari forum breached.to mengklaim telah berhasil membobol BIN dan mendapatkan data agen yang berharga.
Akun Strovian tersebut bahkan mengunggah tangkapan layar yang berisikan daftar nama sumber daya manusia (SDM) BIN.
Bahkan hacker ini juga mengejek BIN dengan judul ungguhan dalam forum breached.to tersebut.
"Stupid Inteligence," demikian judul unggahan Strovian.
Dalam forum, pemilik akun Strovian itu mengunggah potongan dokumen dengan bagian atas terlihat tulisan "1.a.Roadmap SDM D...".
Pada dokumen tersebut tertera nama dan tempat tanggal lahir, pangkat atau golongan, serta jabatan fungsional agen BIN.
Masih pada dokumen yang sama, terdapat nama-nama orang yang diduga agen BIN.
BIN Bukan Satu-satunya
Hacker Strovian ternyata juga pernah mengklaim mendapatkan data-data penting selain dari BIN.
Sebelum BIN, hacker Strovian juga menjual database milik Polri pada 14 April 2022. Strovian menjual data anggota Polri di 34 provinsi. Setidaknya sebanyak 467.149 data anggota Polri berhasil didapatkan Strovian.
Baca Juga:
Dokumen Rahasia NATO Dibobol Hacker, Blue Print Senjata Ukraina Dijual di Dark Web
Ini bukan pertama kalinya BIN disebut-sebut berhasil diretas. Pada 2021 lalu muncul laporan bahwa sistem teknologi informasi BIN berhasil dibobol oleh peretas asal China.
BIN sendiri ketika itu membantah tudingan peretasan hacker China tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, HiTekno.com bersama Suara.com masih berusaha memperoleh tanggapan dari BIN terkait kabar peretasan terbaru ini.
Itulah laporan terkini dari hacker Strovian yang mengklaim telah berhasil membobol BIN bahkan mendapatkan data agen yang penting. (Suara.com/ Ria Rizki Nirmala Sari).
Berita Terkait
Berita Terkini
-
6 Trik Packing Cerdas untuk Mudik Naik Pesawat agar Barang Tidak Over Bagasi
-
3 Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia 2026: Era Baru AI-Powered Marketing
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data