Hitekno.com - Pendiri Facebook atau yang sekarang dikenal sebagai META, Mark Zuckerberg baru-baru ini mengungkap klaimnya terkait WhatsApp yang ia sebut jauh lebih aman jika dibandingkan dengan iMessage dari keluarga Apple.
Pernyataan Mark Zuckerberg ini ia ungkap dalam unggahan di Instagram @zuck beberapa waktu yang lalu. Dalam unggahannya, Mark Zuckerberg menyebut bahwa WhatsApp jauh lebih pribadi dan aman daripada pesaingnya yaitu iMessage.
Melansir dari GSM Arena, Mark Zuckerberg menyebut bahwa WhatsApp memiliki fitur end-to-end encryption yang bekerja lintas iPhone dan Android. Fitur ini mencakup chat grup, backup hingga menghapus pesan.
Seluruh fitur yang ada di WhatsApp ini diklaim oleh Mark Zuckerberg tidak tersedia di iMessage. Hal ini yang kemudian membuatnya dengan yakin menyebut bahwa WhatsApp jauh lebih aman jika dibandingkan dengan iMessage.
Di unggahan yang sama, Mark Zuckerberg juga mengunggah iklan WhatsApp terbaru yang diletakkan di Stasiun Pennysylvania. Pengumuman mengenai iklan ini terkait dengan keputusan untuk kembali melakukan kampanye global.
Kampanye global ini dilakukan di Inggris dengan menekankan fitur privasi yang bekerja dengan lebih baik daripada sebelumnya. Karena baru akan dimulai, masih belum ada laporan mengenai efektif atau tidaknya.
Secara fitur, WhatsApp dan iMessage memiliki sejumlah kesamaan sebagai aplikasi bertukar pesan. Namun, karena bisa digunakan secara global pada seluruh perangkat, WhatsApp jelas mengunggulkan berbagai fitur yang menarik.
Walaupun begitu, secara kinerja, baik WhatsApp dan iMessage menawarkan sistem dan alur yang sama dalam bertukar pesan satu dengan yang lain.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026