hitekno.com - Sebelumnya, media sosial Twitter meluncurkan skema tanda centang baru untuk membantu membedakan antara akun resmi dan 'tokoh' palsu.
Namun, laporan dari Android Authority menyebutkan bahwa hanya beberapa jam setelah peluncuran, CEO dan pemilik sementara Elon Musk "membunuh" fitur tersebut.
Beberapa waktu yanng lalu, Twitter sempat akan menerapkan tanda centang kedua menggunakan tag "resmi" untuk "pilih akun" di platform.
Label baru akan membantu pengguna "membedakan antara pelanggan Twitter Blue dengan tanda centang biru dan akun yang diverifikasi sebagai resmi."
Namun, tag verifikasi "resmi" tidak dapat dibeli dan dapat mencakup "akun pemerintah, perusahaan komersial, mitra bisnis, outlet media besar, penerbit, dan beberapa tokoh masyarakat."
Tidak semua akun yang diverifikasi sebelumnya juga akan ditandai sebagai resmi, tetapi tidak jelas bagaimana Twitter akan memutuskan akun mana yang dianggap layak untuk tag terverifikasi baru.
Sistem verifikasi Twitter yang direvisi diperkirakan akan diluncurkan dalam beberapa hari ke depan.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih