hitekno.com - Foto jadul kerap menampilkan perjuangan orang-orang tempo lawas dengan etos kerja tinggi. Sebuah foto lawas mengenai suasana pasar gerabah 1950-an ini sukses bikin netizen salfok.
Akun fanspage Instagram @perfectlifeid membagikan foto mengenai suasana pasar tempo dulu. "Potret suasana pasar gerabah di Bali tahun 1956," tulis @perfectlifeid pada keterangannya.
Kita dapat melihat banyaknya penjual gerabah dan suasana pasar saat dikunjungi oleh pembeli. Beberapa perempuan nampak memakai jarit kebaya serta menyunggi barang bawaan menggunakan kepala.
Foto memperlihatkan suasana siang hari dengan kondisi cukup panas. Seseorang yang menggunakan caping dengan badan kekar sukses menarik perhatian netizen.
Pria itu nampak bertelanjang dada di samping tumpukan gerabah. Keringat yang menempel di badan cukup membuat otot-otot pria tersebut terlihat menonjol.
Bahkan terdapat netizen yang menyeletuk bahwa penampilan pria kekar tersebut mirip seperti Kung Lao, salah satu karakter protagonis di spin-off Mortal Kombat: Shaolin Monks.
Posenya saat berdiri dengan caping juga mirip karakter lain bernama Raiden, si pemilik jurus petir.
Mengingat ia cukup kekar, netizen membayangkan bahwa barang bawaan pria tersebut pastinya sangat berat sehingga otot-ototnya terbentuk.
Baca Juga
"Mortal Kombat vibes," kata @s*ta*mi*k.
"Mirip Kung Lao," komentar @pr*ha**jesty.
"Keren, zaman dulu sudah ada panel surya," canda @n*k**i*lia saat mengomentari anyaman bambu yang terkena terik Matahari.
Itulah tadi penampakan pria kekar di foto jadul suasana pasar 1950-an yang bikin netizen salfok, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi