hitekno.com - Ular termasuk hewan yang cukup ditakuti bagi sebagian orang. Momen wanita yang histeris saat melihat dua ular sedang "menari" ini sukses bikin netizen salfok.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @mawar.shop.01 membagikan rekaman video mengenai keadaan sebuah ruangan.
"Ular besar," tulis @mawar.shop.0 pada caption. Kita bisa melihat video ketika seseorang merekam kondisi tempat tidur dari kejauhan.
Orang itu nampak berhati-hati mengingat terdapat dua ular di atas dipan. Kita dapat mendengar teriakan histeris wanita saat menyaksikan dua ular yang sedang bergerak.
Wanita itu berdoa, beristigfar sembari memanggil seseorang. "Ya Allah Ya Rabbi. Yan! Astagfirullah, lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim. Astagfirullah! Ah! Gede!" ucap wanita tersebut.
"Ularnya lagi senang-senang. Ular kawin," bunyi keterangan pada video. Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah ditonton lebih dari 1 juta kali dan memperoleh 29 ribu tanda suka.
Netizen mengaku ikut merinding dan takut melihat video ular di atas kasur itu. Kedua ular tersebut nampak mendekat ke arah dinding bambu, lantas bergerak ke atas dipan.
Postingan video viral ini mendapat beragam komentar dari netizen.
"Malah minjem tempat tidur lagi (emoticon terkejut)," kata @h**yo*o.
"Ular be like: numpang bentar ngab," canda @el**di*ah.
"Merinding banget gue (emoticon menangis)," komentar @ch**mie.
"Satu aja nggak berani, apalagi dua sampai divideoin. Kalau aku nggak mau masuk rumah lagi," tulis @ti**af*r.
Postingan video viral mengenai dua ular yang "menari" di atas dipan sehingga membuat netizen merinding tersebut bisa dilihat melalui LINK INI.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi