Rabu, 29 Mei 2024
Cesar Uji Tawakal : Minggu, 18 Desember 2022 | 16:31 WIB

Hitekno.com - Belakangan ini Indonesia telah berbenah dalam dua hal, pertama adalah transmisi TV dari analog ke digital dan update teknologi sinyal dari 4G ke 5G.

Bicara masalah TV, pemerintah bahkan sudah menghentikan siaran TV analog yang membuat masyarakat harus membeli Set Top Box atau mengupgrade TV mereka ke digital jika ingin menikmati siaran TV Digital.

Siaran TV Digital ini diklaim lebih jernih dan menghadirkan channel yang lebih bervariatif ketimbang TV Analog.

Sementara ketika berbicara masalah jaringan, Indonesia memasuki babak baru teknologi informasi. Sejak Senin (24/5/2021), jaringan seluler 5G mulai beroperasi secara komersial di seluruh Indonesia. 

Jaringan bergerak seluler 5G yang beroperasi perdana tersebut berbasis teknologi IMT-2020 (International Mobile Telecommunications-2020) pada pita frekuensi 2.300 MHz atau 2,3 GHz.

Sebagai teknologi baru, jaringan 5G tentunya akan semakin mendorong kemajuan sektor digital Indonesia. Yang pasti, layanan 5G lebih cepat dan kapasitas jaringan lebih besar sekaligus andal dibandingkan jaringan 4G. 

Di samping itu, teknologi 5G akan membuka potensi layanan tidak hanya untuk komunikasi antar manusia (human-to-human), tetapi juga mengintegrasikan jaringan manusia dengan mesin (human-to-machine) dan juga jejaring komunikasi machine-to-machine.

Tapi tahukah kamu jika ternyata ada hubungannya antara transmisi TV ke digital dengan sinyal 5G yang juga tengah diupayakan penyebarannya ini lho.

Apa hubungan perubahan TV ke digital dengan sinyal 5G?

Transmisi TV ke digital ternyata memberi jalan bagi jaringan 5G untuk tumbuh dan berkembang. Ini adalah jaringan seluler generasi berikutnya yang menjanjikan kecepatan secepat, atau seringkali lebih cepat, daripada apa pun yang berasal dari kabel.

Sebab di masa depan, tampaknya seluruh elektronik akan kabel-less (tanpa kabel) dan memanfaatkan jaringan internet sebagai alternatifnya.

Karena layanan nirkabel 5G yang akan datang, ratusan stasiun TV di seluruh negeri dipindahkan ke frekuensi siaran baru. 

Fenomena ini ada hubungannya dengan frekuensi 700 MHz ke atas yang digunakan oleh beberapa stasiun TV digital untuk siaran.

Ini sejalan dengan apa yang pernah disampaikan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Usman Kansong. 

Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan peralihan dari TV analog ke TV digital menghasilkan "digital dividen" (penghematan frekuensi) pemanfaatan spektrum frekuensi radio yang memberikan manfaat besar bagi negara.

Ia juga mengatakan bahwa ASO menghasilkan penggunaan spektrum frekuensi 700 MHz yang lebih efisien.

"Yang dapat digunakan untuk mewujudkan internet cepat yang lebih merata, efek berganda di sektor ekonomi digital, dan memberikan tambahan pemasukan APBN dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selain itu juga akan terjadi potensi peningkatan PDB yang signifikan," ungkapnya, dalam siaran pers Kominfo.

Inilah beberapa kelebihan teknologi 5G:

1. Bandwidth lebih tinggi, sehingga transfer data lebih cepat

2. Lebih banyak kapasitas, sehingga lebih banyak orang dapat berada di jaringan pada saat yang bersamaan

3. Latensi lebih rendah, yang mengurangi penundaan antara seberapa cepat jaringan mengenali dan merespons suatu tindakan.

Kontributor: Damai Lestari

BACA SELANJUTNYA

Qualcomm Bahas Hybrid AI, Dapat Menghasilkan Karya Digital dan Banyak Manfaat