hitekno.com - Tukang parkir liar yang tak memiliki izin resmi terkadang dapat membuat orang merasa dirugikan. Spanduk yang dibuat oleh pemilik minimarket ini sukses bikin netizen salfok.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @strory082 membagikan momen mengenai pemandangan di sekitar minimarket.
"Bisa gitu (emoticon tertawa)," tulis @strory082 pada caption. Awal video memperlihatkan beberapa motor yang terparkir di depan minimarket.
Pemandangan itu cukup familiar ditemukan pada banyak minimarket. Netizen auto salfok saat mengetahui beberapa tulisan peringatan yang dipasang di tembok.
"Parkir gratis, khusus Alfamart," bunyi peringatan yang tertulis menggunakan cat merah. Terdapat dua peringatan di sisi tembok dengan tulisan semacam itu.
"Parkir gratis, khusus konsumen Alfamart. Jika ada yang membantu ucapkan saja terima kasih," bunyi peringatan pada spanduk tersebut.
Pengunggah video mengungkap bahwa pemilik minimarket itu kemungkinan kesal terhadap tukang parkir liar sehingga memasang banyak peringatan.
"Ketika pemilik Alfa kesal sama tukang parkir," kata @strory082.
Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah ditonton lebih dari 2,5 juta kali dan memperoleh 118 ribu tanda suka. Unggahan video viral tersebut mendapat beragam komentar dari netizen.
"Semoga semua Alfamart memasang spanduk kayak gini," ungkap @sha**r**62.
"Logikanya aja, pengen ke Alfa beli minuman harga 4k tapi bayar 2 ribu jadi 6k..wkwkwk," curhat @xy**nma.
"Indomaret deket rumah yang ramai nggak ada kang parkirnya. Yang ada malah agak sepi," ungkap @re**oh*n.
Postingan video viral mengenai spanduk super besar di depan minimarket tersebut bisa dilihat melalui link ini.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih